Halaman

Jumat, 20 Februari 2026

Bersua Kembali dengan Ramadhan

Bersua Kembali dengan Ramadhan

Oleh: Mokh. Ngisom Musurur

 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183)




Alhamdulillâh, tamu agung nan mulia itu benar-benar sudah mengunjungi kita lagi. Kita bersua kembali dengannya, yakni Sayyidus Syuhur Ramadhan karim. Allâh  mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan. Bulan yang selalu dirindukan kedatangannya oleh mukminin. Bulan yang secara literal menjadi bulan pembeda dengan bulan lain. Mari kita terima anugerah datangnya bulan Ramadhan ini dengan penuh kesyukuran dan kebahagiaan.

Hanya di bulan ini, terdapat berbagai keutamaan membuncah ruah. Mengapa bulan Ramadhan memiliki begitu banyak keutamaan? Karena di bulan ini, ada ampunan Allâ yang sangat luar biasa. Kebaikan tak pernah bernilai biasa. Setiap amal dilipatgandakan pahalanya. Setiap do'a punya ruang lebih dekat untuk dikabulkan. Bahkan godaan pun dipersempit, agar kita lebih mudah menjaga diri. Ramadhan memiliki keutamaan karena terdapat peluang untuk menjauhkan diri dari syaithân atau syayâthïn. Di samping itu, karena di bulan Ramadhan semua waktu siang dan malam mempercepat terkabulnya do'a. Keutamaan ini dijelaskan dalam Al Qur’ân dari surah Al-Baqarah ayat 186, yang berada dalam rangkaian ayat-ayat tentang puasa, yaitu dari ayat 183 hingga 187. Ayat ini secara khusus menegaskan bahwa do'a di bulan Ramadhan memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Allâh ﷻ berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 186: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad ) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila dia berdo'a kepada-Ku.”

Ya, di bulan Ramadhan ini segala sesuatunya memiliki keutamaan dan penuh keberkahan. Dan, sangat beralasan jika Ramadhan dikatakan bulan yang utama dan penuh berkah. Di bulan inilah Al Qur’ân diturunkan (QS. Al-Baqarah [2]: 185), pada bulan inilah terdapat malam yang bernilai lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar (QS. Al-Qadr [97]: 1–5). Bulan yang digunakan untuk menjalankan salah satu Rukun Islam, yakni shiyam (QS. Al-Baqarah [2]: 183). Bulan yang jika mengerjakan amal-amal baik, seperti puasa dan shalat tarawih, maka akan menghapuskan dosa-dosa (kecil) yang telah lalu (HR. Bukhari). Bulan yang dibuka pintu surga, dibuka pintu rahmat, ditutup pintu neraka, dan setan dibelenggu (HR. Muslim). Bulan yang amalan sunnah akan diganjar pahala layaknya amalan wajib (HR. Muslim). Bulan yang berlipat pahala menjadi 70 kali bagi amalan wajib (HR. Muslim), bahkan hingga 700 kali lipat (HR. Muttafaqun 'Alaih). Allâh ﷻ berfirman dalam Hadist Qudsi: Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allâh Ta'âlâ berfirman: 'Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya...' (HR. Bukhari, No. 1904 dan Muslim, No. 1151).

Mâsyâ Allâh, tabâraka Allâh. Di antara yang sangat khas dengan Ramadhan adalah semangat berbagi. Semangat menjadikan tangan berbagi, tangan-tangan filantropi, tangan-tangan yang ikhlas berzakat, berinfaq, bershadaqah, dan berwakaf. Seperti dalam rekam sejarah seorang sahabat Abdullah Ibnu Umar radhiyallâhu ‘anhu. Beliau memiliki kebiasaan berbuka puasa bersama anak yatim dan orang miskin. Bahkan, terkadang putra tercinta sahabat mulia, 'Umar bin Khaththâb radhiyallâhu ‘anhu ini tidak berbuka meski sudah memasuki waktu Maghrib ketika keluarganya belum menghadirkan mereka para fakir miskin di rumahnya.

Adalah Ayub bin Wail ar-Rasibi, seorang tokoh tabi'in pernah menyaksikan kejadian menakjubkan tentang beliau. Suatu hari Abdullah Ibnu Umar mendapatkan kiriman harta senilai 4.000 dirham (sekitar Rp 180 juta) dan satu baju yang ada bulunya.

Keesokan harinya, Ayub bin Wail ar-Rasibi ini melihat Abdullah Ibnu Umar di pasar membeli pakan kudanya dengan utang. Ayub bin Wail ar-Rasibi pun keheranan. Karena, baru kemarin Abdullah Ibnu Umar baru mendapatkan 4.000 dirham, tapi untuk membeli pakan kuda saja pakai utang.

Karena penasaran, Ayub bin Wail ar-Rasibi kemudian datang menemui keluarga Abdullah Ibnu Umar. Cerita keluarganya, “Uang itu belum sempat menginap semalam, namun sudah dibagikan semuanya kepada fakir miskin. Lalu, beliau mengambil baju yang ada bulunya, beliau pakai keluar rumah, dan Ketika pulang, baju itu sudah tidak ada. Ketika kami tanyakan, beliau sudah berikan baju itu kepada fakir miskin.”
Adakah sekarang di bulan mulia yang baru dua hari ini, tergerak dengan menjadikan tangan kita tangan berbagi, seperti tangan Abdullah bin Umar. Bersuanya kita dengan Ramadhan, karena bersuanya kita dalam menyemangati diri untuk selalu berbagi. In syâ Allâh.
Mari manfa'atkan momentum Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya untuk meraih pahala maksimal sekaligus kesehatan lahir dan batin, memperoleh keberkahan, dan menggapai derajat muttaqin. Semoga Allâh menerima seluruh amal ibadah kita di bulan yang suci ini. Aamiin.
Wllâhu a’lam bish shawâb.

Minggu, 01 Februari 2026

Yaumul Milad Teruntuk Diriku

Yaumul Milad Teruntuk Diriku

Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Aku peluk diriku sendiri dan ingin kukatakan: Assalaamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh
Alhamdulillaah alladzii bi ni’matihi tatimmus shaalihaat
Hushuushaan ilaa ruuhi wajasadi diriku... Tahu-tahu hidup yang kujalani sudah menapaki usia 55
Bertambah dalam hitunganku, berkurang dalam hitungan-Mu
Ragaku pelan-pelan sudah menua, tapi perih lukanya masih terasa
Rambutku juga mulai memutih, namun duka citanya pun belum pulih

Terima kasih telah berqurban dan berjuang hingga saat ini
tetap bertahan dan tidak menyerah meski jatuh bangun berkali-kali
Walaupun badai datang silih berganti namun tetap dalam garis dan batasan syari'at
masih bisa bersabar dan bersyukur dalam segala keadaan
tetap semangat qadarullaah wamaasyaa'a fa'ala
ada Allah di dalam setiap langkah dan tarikan nafasmu

Ma'afkanlah jika dirimu sering mengabaikan
kebahagiaanmu, kenyamananmu, tubuhmu, perasaanmu
Dirimu kuat meski kadang tak mampu menyembunyikan lelah,
tak berdaya dan rebah

Kata orang diriku tak pernah menjadi hebat
Kata orang diriku tak tahu menempatkan diri
Kata orang diriku menjadi beban memberatkan
Kata orang keberadaanku tak begitu berguna

Tetapi diriku masih melangkah karena-Mu
Semua berkat uluran pertolongan-Mu
Karena orang-orang yang tulus menyayangiku
Lantaran mereka yang tak pergi, di saat robohku

Dan pada milad ini kali
Makin aku sadari bahwa memang hidup ini menjalani dari ujian ke ujian berikutnya
Benar kurasakan bahwa hidup dan ujian itu satu paket tak terpisahkan
Syukur alhamdulilah Ya Rabb, Engkau menguatkanku
Terima kasih kepada yang tetap tak beranjak diiringi sajak

Tetaplah melangkah di indahnya jalan sunyi sepi
Teguhlah bergerak bersandar syari'at dan norma yang benar
Meski dirimu kadang capek atas pihak yang enggan memahami ajakan
Meski terkadang dirimu terpeleset oleh kelemahan dan kekurangan
Usahlah gelisah oleh dhon-dhon tanpa tabayyun
Tak perlu risau walau kebutuhan menerangbenderangkan belum kesampaian
Tepis keresahanmu atas penilaian yang tak utuh bercampur kesalahanpahaman
Tetaplah memegang teguh komitmen dan integritas
Dan, yang penting niat amal ibadahmu lillah, billah, fillah
Biarlah Allah saja yang memberikan penilaian dan balasan
dan tulusnya penghargaan orang-orang sholih beriman

Wahai diriku...
Bertambah lagi usiaku tahun ini
Atau lebih tepatnya berkuranglah jatah usia kehidupanku di bumi fana
Jangan pernah berhenti menebar manfa'at dan kebaikan
Turutlah menegakkan kejujuran, kebenaran, dan keadilan
mencerdaskan, mencerahkan, dan memajukan kehidupan
membangun adab, akhlaq mulia, dan memahat peradaban
Semoga diriku dikaruniai kesehatan dan ke'afiatan dilimpahi rahmat, diberikan berkah usia dan umur panjang

Diriku...,
hanya ingin lebih baik dari diriku sendiri yang kemarin
Do'aku bukan lagi tentang semoga dan mudah-mudahan
melainkan keyakinan akan hidayah dan pertolongan
diampuni, diridhoi, dan disyafa'atkan
Ya Allah, anugerahkanlah yang terbaik dalam segala hal yang aku tunggu
Bawalah aku ke dalam dekapan-Mu, Ya Rabb
Dan jika saat ajalmu tiba, usahakan dirimu mati dalam Iman dan Islam
meninggal bersama kedamaian, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemuliaan

Syaiulillaahi lahu Al Faatihah teruntuk diriku

Kencong Barat, 1 Februari 2026

Kamis, 01 Januari 2026

Buang Rencana Tahunan Anda

Buang Rencana Tahunan Anda

✦ Mengapa sering kali sebagian resolusi tahunan kita tidak berhasil kita eksekusi dan tidak berjalan secara efektif?
📙 Saya pikir perlu dan ada baiknya kita simak ulang postingan video #AniesBacaBuku dalam pembahasan buku: "The 12 Week Year", karya: Brian P. Moran dan Michael Lennington berikut ini. Mumpung masih di awal tahun.
✦ Jangan bikin resolusi tahunan, tapi bikin rencana 12 mingguan.
🔻Buang Rencana Tahunan Anda

✽ “Terima kasih Ya Allah, Engkau memberi kesempatan kepada kami menapaki Tahun Baru 2026. Ya Rabb, bimbing dan pimpin langkah kami, berikan kami taufiq, hidayah dan inayah dalam menjalani hidup dan kehidupan kami ini.”
❀ “Yaa Allah, jauhkanlah, hindarkanlah, dan selamatkanlah Negara kami Indonesia dari segala balak, musibah, dan bencana, gantikan dengan limpahan rahmat dan rizki dari-Mu yang penuh keberkahan.”
✿ Aamiin, aamiin, Ya Rabb al 'Aalamiin...

#PesanAwalTahun:

“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.”
✿ Semoga tahun ini dan tahun-tahun ke depan kita mengalami perbaikan, bisa menjadi lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Bukan ingin menjadi lebih baik dari orang lain, tetapi berazzam menjadi lebih baik dari diriku sendiri yang kemarin. Aamiin...